0274-488-272 info@syde.co

SYARAT DAN KETENTUAN

PASAL 1: TUJUAN APLIKASI SSP

Aplikasi SSP (yang kemudian disebut sebagai SSP) memperbolehkan pihak yang menggunakan aplikasi tersebut (yang kemudian disebut sebagai klien) untuk membuka e-wallet untuk melakukan transaksi pembayaran yang hanya dapat ditujukan untuk :

– Membeli barang dan/atau jasa dari penjual atau penyedia hasa yang menggunakan sistem SSP
– Menarik uang tunai di lembaga terpercaya untuk melakukan layanan pembayaran dan melaksanakan sistem PHC
– Melakukan pembayaran barang dan/atau jasa dengan menggunakan transfer kredit (wire transfer) kepada penjual atau penyedia jasa yang menggunakan SSP maupun yang tidak menggunakan SSP.
– Menerima dana atau menjual barang dan/atau jasa yang tidak bertentangan dengan Perundang -Undangan di Negara dimana klien berada.
– Transfer dana ke akun bank atau dompet elektronik (electronic wallet), yang dilakukan oleh lembaga berwewenang untuk menerima dana tersebut

PASAL 2: HUBUNGAN SSP – KLIEN

Telah disetujui bahwa pasal – pasal yang dituliskan dalam dokumen ini merupakan bagian dari perjanjian pembukaandompet elektronik dan mengatur kerangka kerja (framework) hubungan antara klien dan SSP.

SSP dan Klien setuju untuk berkomunikasi menggunakan surat elektronik (e-mail), baik melalui aplikasi atau menggunakan ponsel dengan menggunakan detail kontak yang diberikan oleh klien selama proses pembukaan aplikasi.

Dalam kasus ketidak tersediaan layanan SSP yang dikarenakan oleh kendala teknis yang tidak terduga (force majeure), yang mana diluar kendali dari SSP, Pelanggan dapat menghubungi SSP untuk menentukan langkah yang paling tepat untuk membantu melaksananan perintah operasi beliau. Jika pelanggan tidak melakukan hal tersebut, SSP tidak bertanggung jawab atas kegagalan eksekusi perintah transaksi tersebut.

PASAL 3: KUSTOMISASI KEAMANAN

Sistem SSP adalah sistem yang sangat aman dan dapat melakukan operasi finansial yang telah dideskripsikan diatas dengan aman tanpa transmisi data pribadi.

Tidak ada kode akses yang dikomunikasikan ke Pelanggan oleh SSP.
Klien membuat kode awal yang terdiri dari 3 digit nomor dan 3 buah huruf. Ini adalah kode otentifikasi yang terkait dengan aplikasi dimana aplikasi diunduh.

Pada proses permintaan aplikasi, Klien harus menentukan kode validasi yang terdiri dari 3 huruf.

Kedua kode tersebut adalah rahasia, dan Klien bertanggung jawab untuk untuk menjaga kerahasiaan kedua kode tersebut. Kode – kode tersebut tidak boleh disimpan di bagian apapun didalam perangkat dimana aplikasi diunduh atau di perangkat lain yang terhubung dengan koneksi internet atau didalam dokumen yang mudah diakses. Klien harus memastikan bahwa proses pembuatan kode tersebut bebas dari orang yang mengintip.

Jumlah kegagalan otentifikasi dan validasi dibatasi menjadi 3 kali.
Jika pada saat percobaan ketiga klien gagal memasukkan kode tersebut, dompet elektronik akan terkunci. Dalam kasus tersebut, Klien harus menguhubungi SSP.

PASAL 4: PERSETUJUAN, KESAKSIAN, DAN KEMUTLAKAN

SSP dan Klien telah menyetujui bahwa Klien akan memasukkan kode rahasia klien (serangkaian 3 angka dan 3 huruf) kedalam perangkat mobile yang mana aplikasi telah diunduh untuk identifikasi. Kode ini sama dengan tanda tangan elektronik Klien.

SSP dan Klien telah menyetujui bahwa Klien akan mengetikkan jumlah nominal transaksi dan kemudian memasukkan 3 huruf kode validasi, ketika aplikasi meminta Klien untuk melakukan hal tersebut. Kode Validasi sudah cukup untuk membuktikan kesaksian Klien atas transaksi yang dilakukan dan untuk sebagai pemberitahuan kepada klien.

Sampai saat ini, tata urutan diatas bersifat mutlak.

PASAL 5: MODE OPERASI

Selama dompet elektronik telah siap digunakan, (yang diindikasikan oleh nominal saldo yang muncul dilayar perangkat mobile setelah otentifikasi berhasil dilakukan), perintah transaksi yang diberikan akan langsung dilaksanakan.

Informasi rincian nominal transaksi (jumlah, biaya, kurs mata uang), akan muncul secara langsung di layar perangkat mobile bersama dengan nominal saldo yang tersedia.

Setiap satu bulan sekali, Pelanggan akan menerima bukti transaksi yang dilakukan di bulan sebelumnya yang akan diberikan melalui surat eletronik.

Pemilik dompet elektronik harus memastikan keabsahan transaksi pembayaran yang dicantumkan didalam rekam jejak transaksi.

SSP tidak bertanggung jawab terhadap permasalahan yang dapat terjadi antara pihak – pihak yang ikut serta dalam transaksi.
SSP hanya bertanggung jawab atas permasalahan yang terkait dengan transaksi pembayaran yang dilakukan.

PASAL 6: KEWAJIBAN SSP

Ketika pemilik dompet elektronik menolak untuk memberikan persetujuan untuk melakukan trankasi pembayaran dan/atau transaksi penarikan, SSP wajib untuk memberikan bukti bahwa transaksi telah diotentifikasi, direkam secara akurat, dan diamankan sedemikian rupa sehingga transaksi tidak dapat terjadi karena kesalahan teknis. Bukti ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk dengan menggunakan catatan rekam jejak penggunaan peralatan elektronik atau catatan reproduksi data di tempat penyimpanaan data menggunakan dompet elektronik dan perangkat keamanan pribadi.

SSP dapat menggunakan catatan rekam jejak ini sebagai justifikasi terhadap atribusi SSP terhadap dompet elektronik.

SSP hanya bertanggung jawab atas kerugian langsung yang ditanggung oleh pemilik dompet elektronik yang disebabkan oleh kegagalan teknis di sistem yang mana SSP memegang kontrol langsung.Namun, kewajiban SSP karena kegagalan teknis juga dibatasi maksimal 100€(setara dengan Rp. 1.625.000,00). SSP tidak bisa dipaksa untuk membayar lebih dari 100€ (setara dengan Rp. 1.625.000,00)guna menutupi prasangka dari klien.

Namun, SSP tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan kegagalan teknis sistem, jika kegagalan teknis tersebut telah dilaporkan kepada klien melalui pesan didalam aplikasi atau dengan menggunakan cara yang lain.

PASAL 7: DOMPET ELEKTRONIK TERKUNCI

Setelah klien mengetahui tentang kehilangan perangkat elektronik, penyalahgunaan dan penggunaan tanpa izin aplikasi SSP atau data rahasia yang terkait dengan aplikasi SSP, klien diharuskan untuk memberitahukan SSP secara langsung, sehingga SSP dapat memblokir dompet elektronik beliau. Klien harus menyatakan alasan blokir aplikasi.

Tindakan blokir ini harus diajukaan dengan cara mengunjungi website SSP dan mengikuti instruksi yang telah dijelaskan didalam website.

Tindakan blokir juga dapat dilakukan dengan mengirim surat elektronik yang diajukan ke alamat surat elektronik SSP atau dengan mengirimkan SMS ke LAYANAN BANTUAN.

SSP tidak bertanggung jawab atas konsekuensi yang terjadi yang dikarenakan permintaan blokir melalui telepon yang tidak dilakukan oleh Klien

PASAL 8: KEWAJIBAN KONSUMEN
8.1 KEWAJIBAN UMUM
Klien harus melakukan upaya untuk mecegah kehilangan perangkat mobile yang digunakan, menjaga aplikasi yang telah dipasang beserta dengan semua kode rahasia yang digunakan. Aplikasi SSP hanya dapat digunakan oleh klien untuk melakukan transaksi dengan tujuan yang telah dijabarkan didalam Pasal 1

Klien atan menanggung konsekuensi penggunaan aplikasi SSP yang tidak bertanggung jawab sampai Klien telah mengajukan permintaan blokir yang telah dijabarkan di Pasal 7.

Kerugian yang disebabkan oleh transaksi tanpa izin yang terjadi sebelum permintaan blokir diajukan akan ditanggung oleh Klien.

Transaksi tidak resmi yang dibuat setelah klien memberikan permintaan blokir akan ditanggung oleh SSP, kecuali transaksi yang dibuat oleh Klien

Semua transaksi yang tidak resmi akan ditanggung oleh Klien apabila transaksi ini disebabkan oleh kecerobohan pengguna, tindakan yang bertentangan dengan kewajiban yang dicantumkan didalam kontrak, atau tindakan onar yang dilakukan oleh Klien

8.2. SSPsc
Dikarenakan alasan keamanan yang jelas, SSP telah membuat batasan ketersediaan dana didalam dompet elektronik. Ada batasan ketersediaan dana per hari, batasan jumlah transaksi yang dapat dilaksanakan perhari, dan juga ada batasan nominal transaksi yang dilakukan di setiap tranksaksi

Klien dapat melakukan modifikasi terhadap batasan – batasan tersebut, namun klien harus bertanggung jawab atas bahaya yang akan dihadapi

Konsumen memiliki kewajiban untuk menghapus segala pesan yang telah dikirim ke SSP didalam perangkat mobile konsumen, yang mana didalam pesan tersebut mengandung kode akses Konsumen.

SSP tidak bertanggung jawab dari aspek manapun atas segala jenis kerugian yang ditanggung oleh Klien apabila klien gagal untuk melakukan upaya pencegahan dasar seperti yang telah dideskripsikan diatas, yang mana merupakan bagian dari kewajiban kontraktual kepada SSP.

SSP tidak akan menanggung segala kerugian yang Klien akan tanggung ketika klien sudah mengubah batasan yang diatur dalam pengaturan awal, bahkan dalam kasus dimana klien sudah menghapus kode akses dari perangkat mobile klien.

Batasan ini bergantung pada Negara asal dan Negara Tujuan. Batasan ini tersedia didalam situs SSP.

PASAL 9: BATASAN JUMLAH

Jumlah saldo yang ada didalam dompet elektronik tidak boleh kurang dari € 5 (setara dengan Rp. 81.250,00)atau setara dalam mata uang negara di mana ia terdaftar.

Untuk segala jenis transaksi yang besarnya sama atau lebih besar dari € 10,000 (setara dengan Rp. 162.500.000.000,00), termasuk dengan biaya bea dan pajak, Klien harus menyatakan alasan transaksi tersebut dan Klien harus memberikan bukti asli dari identitas setiap pihak yang terkait. Identitas yang diberikan harus sama dengan data identitas yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk atau Paspor. Transaksi tersebut tidak akan dilakukan oleh SSP sebelum Klien memberikan penjelasan dan bukti yang dimaksud diatas.

PASAL 10: PENYELESAIAN MASALAH

Klien dapat mengajukan klaim permasalahan melalui Layanan Pengguna. Ketika mengajukan klaim permasalahan, Klien dianjurkan untuk menyatakan nomor referensi transaksi yang hendak dilaporkan. Klien harus mengajukan klaim permasalahan paling lambat 60 hari terhitung dari tanggal pelaksanaan transaksi.

SSP hanya akan menerima klaim mengenai kegagalan eksekusi transaksi atau ketidak mampuan eksekusi transaksi, yang mana diajukan oleh Pelanggan. Klaim permasalahan yang terkait dengan jumlah transaksi tidak akan diterima oleh SSP, kecuali ada perbedaan mengenai jumlah nominal saldo yang diindikasikan sebagai “nominal transaksi yang telah dikirim”dan jumlah nominal saldo yang diindikasikan sebagai “nominal transaksi yang telah diterima”.

SSP akan memproses klaim permasalahan dalam jangka waktu delapan hari kerja sejak tanggal pengajuan permasalahan, termasuk untuk penerbitan persetujuan penebusan transaksi.
.
Dalam kasus transaksi yang bermasalah atau transaksi yang diduga bermasalah, baik yang dilakukan oleh pihak ketiga maupun tidak, SSP dapat meminta nota bukti transaksi atau duplikasi dari nota pengajuan komplain.

PASAL 11: KERAHASIAAN

SSP dapat menjamin bahwa data yang disediakan oleh klien hanya akan digunakan untuk tujuan yang telah diindikasikan sebelumnya. SSP juga menjamin bahwa data yang diterima oleh Klien tidak akan disebarkan ke pihak lain, kecuali jika data transaksi diminta oleh otoritas kehukuman yang berkompeten.

PASAL 12: KETENTUAN FINANSIAL

Ketika aplikasi SSP telah diunduh, aka ada biaya yang diambil dari akun yang memilki dompet elekronik yang sudah terisi oleh saldo. Jumlah biaya yang akan diambil akan dirincikan didalam dokumen Ketentuan Biaya.

Jika kontrak dihentikan dalam jangka waktu 8 hari sejak tanggal persetujuan oleh Klien, biaya ini akan dikembalikan kepada Klien.

Ketentuan Finansial yang lain juga akan dirincikan didalam dokumen Ketentuan Biaya. Ketentuan Finansial dapat diubah oleh SSP sewaktu – waktu tanpa persetujuaan oleh Klien. Namun, sebelum melakukan perubahan tersebuit, SSP harus memberitahukan kepada Klien mengenai perubahan tersebut melalui pesan yang dikirimkan kedalam aplikasi.

PASAL 13: HUKUMAN

Segala bentuk pemalsuan pernyataan akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Segala bentuk penyalahgunaan dompet elektronik, termasuk penggunaan dompet elektronik oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, akan mengakibatkan pemberhentian kontrak dan penutupan akun.

Segala jenis biaya dan kerugian yang ditanggung selama proses permintaan pemulihan akun akan ditanggung oleh Klien.

PASAL 14: PENUTUPAN DOMPET ELEKTRONIK

14.1 PERMINTAAN KLIEN

Klien dapat menutup akun dompet elektronik dengan mengajukan permintaan penutupan akun melalui email maupun melalui aplikasi.

Klien setuju untuk menjaga jumlah saldo yang ada didalam dompet elektronik sampai keputusan penutupan dompet elektronik diterbitkan. Setelah proses penyelesaian, segala jenis biaya residual akan dikembalikan.

Biaya bulanan yang dulu dikenakan secara berkala untuk layanan pembayaran akan dibayarkan oleh Klien, dan biaya tersebut tidak akan dikembalikan.

Saldo yang masih tersisa didalam dompet elektronik akan dibayarkan oleh SSP melalui transfer ke rekening bank yang telah dikomunikasikan oleh Klien ketika proses awal pembukaan akun SSP. Pembayaran ini akan dilakukan dalam jangka wakti 30 hari yang terhitung dari akhir bulan penutupan akun.

14.2 KEPUTUSAN DARI SSP

SSP dapat menutup dompet elektronik sewaktu – waktu dengan mengirimkan notifikasi penutupan akun melalui surat eletronik. Sesuai dengan ketentuan,pemberitahuanakan diberikan 14 hari sebelum penutupan. Pernyataan finansial dompet elektronik harus dilampirkan didalam notifikasi tersebut.

SSP tidak diwajibkan untuk mengikuti aturan pemberitahuan tersebut dalam kasus tindakan tercela yang sangat serius yang menyangkut Klien (contoh : transaksi bermasalah)

Dompet Elektronik juga dapat ditutup oleh SSP sewaktu – waktu ketika SSP sudah menerima pemberitahuan atas kematian pemilik dompet Elektronik, yang dibuktikan dengan dokumen resmi.

Biaya bulanan yang dikenakan secara berkala untuk layanan pembayaran akan dibayar oleh Klien. Biaya tersebut tidak akan dikembalikan.

Saldo yang masih tersisa didalam dompet elektronik akan dibayarkan oleh SSP melalui transfer ke rekening bank yang telah dikomunikasikan oleh Klien ketika proses awal pembukaan akun SSP. Pembayaran ini akan dilakukan dalam jangka wakti 30 hari yang terhitung dari akhir bulan penutupan akun. Dalam kasus dimana pemilik akun sudah meninggal, saldo yang masih tersisa didalam dompet elektronik akan ditransferkan ke akun rekening bank Notaris yang bertanggungjawab atas pencarian harta kekayaan Klien tersebut, atau ke akun rekening bank pihak yang menyatakan bahwa beliau adalah pewaris tunggal dan dapat menunjukkan bukti resmi keabsahan hak pihak tersebut.

PASAL 15: PERLAWANAN TERHADAP PENCUCIAN DANAN DAN PENDANAAN KEGIATAN TERORISME

Terkait dengan perundang – undangan tentang pencegahan penggunaan sistem financial untuk pencucian dana (money laundering) dan pendanaan kegiatan terorisme, SSP bertanggung jawab untuk memperhatikan konsumen secara keseluruhan.

SSP akan meminta identitias dan alamat pengguna baru sebelum bergabung dengan SSP, terkait dengan kewaspadaan yang dimunculkan oleh hubungan dengan layanan finansial diam.

Selama hubungan bisnis berlangsung, SSP akan meminta Klien untuk memperbaharui informasi yang dicantumkan, dan jika diperlukan, menunjukan dokumen yang dapat membuktikan bahwa ada identifikasi yang baru, seperti KTP resmi atau bukti perubahan alamat (dalam kasus perubahan alamat)

SSP akan memantau trasnsaksi secara terus menerus yang dilakukan oleh konsumen. SSP melakukan tinjauan tindakan yang dilakukan secara seksama dengan memastikan bahwa SSP terus mengetahui perkembangan terkini setiap konsumen dan kebiasaan konsumen.

Untuk transaksi yang terlihat asing yang dikarenakan oleh tujuan transaksi, jumlah transaksi, dan pihak yang sebelumnya terkait didalam transaksi, SSP akan memberikan tinjauan khusus terhadap transaksi dengan cara mengumpulkan semua informasi yang relevan terhadap klien sebelum Klien melakukan finalisasi transaksi keuangan yang diminta.

Klien menyanggupi untuk dapat memberikan bantuan dengan cara menjawab permintaan yang ditujuan kepada Klien dalam konteks transaksi seperti yang dicantumkan diatas dan menyediakan segala jenis dokumen yang diperlukan sesuai dengan permintaan dari SSP

Permintaan yang dilakukan dalam konteks untuk memerangi pencucoan dana akan dilindungi oleh asas kerahasiaan professional dan tidak akan dipergunakan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan Konsumen. Kerahsiaan ini akan dihapuskan hanya dengan melalui permintaan dan Konsumen sendiri, otoritas kehukuman atau pihak administrasi yang berkompeten dibawah perundang – undangan yang berlaku.

Kemudan, SSP diharuskan untuk melaporkan kepada otoritas administratif rangkuman rekaman kegiatan atau rekam kegiatan transaksi yang terkait dengan nominal transaksi yang ditanyakan oleh otoritas administrative, kecurigaan terkait dengan suatu transaksi, atau alasan wajar yang lain terkait dengan kecurigaan terhadap tindakan yang menuju kepada tindakan yang dapat dihukum oleh hukum melalui tahanan dengan durasi waktu lebih dari satu tahun, atau tindakan keikut sertaan dalam pendanaan kegiatan teroris.

PASAL 16: HUKUM YANG BERLAKU – YURISDIKSI

Hubungan sebelum kontrak, Syarat dan Ketentuan umum, interpretasi syarat dan ketentuan umum dan/atau pelaksanaanya mengacu pada perundang – undangan Indonesia, dan permasalhan terkait dengan hal – hal tersebut akan dihukum dengan yurisdiksi khusus di Pengadilan Negeri di Yogyakarta.

PT Sydeco Indonesia

 

TELEPON: (0274) 488 272

EMAIL: info@syde.co

ALAMAT: JL. Perumnas Perumahan Jogja Regency, Kav D10 Yogyakarta 55283

sydecologo1

Ikuti Kami di Media Sosial

Powered by themekiller.com